10 Kalimat yang Dibenci Pelanggan dari Kita

Membahagiakan pelanggan adalah salah satu cara agar bisnis kita benar – benar diterima dan selalu diingat oleh mereka. Bukan hal yang tabu ketika kita mengakui bahwa keberadaan pelanggan adalah hal yang sangat fital bagi sebuah perusahaan atau bisnis. Baik untuk usaha kecil ataupun bagi sebuah perusahaan multi nasional, hubungan dengan pelanggan adalah hal yang harus selalu dijaga. Kepercayaan mereka adalah nyawa dari bisnis kita.

Kita memang tidak bisa memastikan bahwa setiap pelayanan dan cara kita memenuhi kebutuhan mereka selalu baik
dan dapat diterima. Kta juga tidak bisa menjamin bahwa kita sudah melakukan berbagai cara yang tepat bagi membangun dan menjaga kepercayaan kepada mereka. Untuk itu perlu kita tahu apa saja dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan pelanggan. Dan di bawah ini adalah 10 kata – kata yang bahkan dibenci pelanggan ketika kita mengatakannya kepada mereka:

1. “Tidak ada yang salah dengan produk kami Pak”

Sekalipun kita yakin bahwa produk kita sudah sempurna, tapi jangan pernah mencoba untuk menuduh pelanggan, bahwa merekalah yang kurang memahami. Mintalah pelanggan untuk memandu kita melalui apa yang mereka lakukan, apa yang mereka alami. Dengarkan apapun keluhan dan protes mereka, setelah itu amati dan baru mulai untuk memperbaiki setiap kesalahan yang muncul.

2. “Mungkin Anda bisa mencobanya lagi nanti”

Ingat! pelanggan adalah raja. Bagi kita mungkin biasa, tapi jangan membuat pelanggan merasa bahwa waktu dan kebutuhan mereka saat ini itu tidaklah penting. Berusahalah untuk memberikan dan melayani mereka dengan segera. Jika memang membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah, komunikasikan dan jelaskan dengan baik.

3. “Anda seharusnya sudah membaca keseluruhan dari instruksi”

Jangan remehkan pelanggan. Sekecil apapun kebutuhan dan keinginan mereka, mereka tetaplah pelanggan kita. Cobalah untuk menghargai apapun yang mereka butuhkan. Tugas kita adalah melayani dan membantu mereka mencari solusi dari masalah yang mereka miliki, bukanlah membuat mereka pergi tanpa solusi dari kita.

4. “Saya tidak tahu”

Cara yang lebih tepat untuk menyatakan ketidaktahuan kita dari pertanyaan yang diberikan pelanggan adalah “mohon maaf pak, kami akan coba untuk memeriksa ini terlebih dahulu”. Kita memang tidak harus ingat semua detail dari produk ataupun layanan yang kita berikan. Tapi setidaknya kita tahu bagaimana cara menyampaikan penyesalan dan reaksi kita dengan tepat.

5. “Saya sudah membantu Anda”

Mungkin yang satu ini masih jarang atau bahkan tidak pernah kita ungkapkan. Tapi ada baiknya sekalipun kita sudah melakukan hal baik kepada pelanggan, jangan ungkit apapun itu terlebih untuk mendapatkan nilai yang baik dari mereka. Biarkan mereka memberikan penilaian mereka sendiri terhadap produk ataupun pelayanan kita terhadap mereka.

6. “Itu bukan tanggungjawab saya”

Ketika pelanggan datang kepada kita karena mereka memiliki masalah, tugas kita adalah menyambut dan berusaha memberikan solusi kepada mereka. Kita memang tidak akan bisa mengatasi semua masalah klien yang datang, tapi kita harus tetap berusaha membantu mereka menyelesaikan masalah. Sekalipun kita harus menjadi pembimbing pribadi atau asisten VIP mereka.

7. “Jangan mengkhawatirkan hal itu Pak”

Terkadang pelanggan yang datang dengan masalah terlalu melebih – lebihkan problem mereka. Tapi sebagai pemberi solusi, kita jangan mengatakan bahwa merekalah yang salah. Pandu mereka agar lebih tenang dan mudah untuk mendengarkan penjelasan kita. Tetap gunakan nada yang ramah tapi tidak merendahkan mereka. Tunjukkan
juga inisiatif kita untuk membantu mereka baik secara pribadi.

8. “Saya tidak membutuhkan Anda lagi”

Ketika kita berusaha mempertahankan pelanggan, tapi kita tidak memiliki daya untuk itu, katakan saja. Jangan ragu ketika kita harus melepaskan satu pelanggan, tapi tetap menggunakan bahasa komunikasi yang mudah untuk mereka terima. Katakan saja, bahwa kita tidak bisa membanut mereka dan mengijinkan mereka untuk pergi.

9. “Kami tidak menyediakan itu di sini Pak”

Pelangga tidak peduli tentang bagaimana kita meyediakan layanan dan menjalankan bisnis kita. Yang mereka pedulikan adalah tentang bagaimana kita bisa membantu mereka, dan bahkan jika kita tidak bisa, reaksi apa yang tepat mereka dapatkan dari kita.

10. “Ini bukan urusan saya”

Asumsi kita selama ini adalah kepuasan pelanggan adalah perhatian utama kita. Dan jika kita ceroboh dalam memenuhi kebutuhan mereka, kita tidak ragu untuk meminta maaf dan bahkan mengganti rugi mereka. Karena yang kita lihat adalah tujuan awal kita, yaitu memberi mereka kepuasan.

sumber : http://mebiso.com