Persetan dengan Passion. Realistis Saja — Kita Butuh Duit!

Salah satu karakter yang paling dekat dengan generasi kita adalah kecenderungan mengagung-agungkan passion yang dianggap segalanya. Kita percaya kalau uang bukan jaminan, mengejar impian jadi sebuah keharusan. Kegagalan bukan ditentukan dari mapan atau tidaknya kamu. Justru gagal adalah terjebak di kubikel kerja dan mengerjakan hal yang sama setiap harinya.

Udah ah. Mending gue resign dan ngejar passion gue.

Sebelum kamu berpikir untuk meninggalkan apa yang sudah kamu punya, cobalah berpikir untuk kali kedua. Kebutuhan hidup yang serba menanjak ini menuntut kita untuk menjadi realistis. Karena passion belum tentu menjadi jawaban atas tagihan-tagihan yang harus dibayar. Sebelum kamu mengeluh terus-terusan karena merasa gagal tak bisa bekerja sesuai passion, lebih baik pertimbangkan hal-hal ini dulu.


1. Apapun pekerjaanmu, lelah dan jenuh adalah hal yang biasa. Kamu juga akan merasakan hal sama saat mengerjakan apa yang kamu cinta

2. Coba pikirkan. Berhenti dari pekerjaan hanya untuk berdiam diri memikirkan passion, apa yang akan kamu dapatkan?

3. Tidak ada pekerjaan yang sia-sia. Kamu tetap akan belajar banyak hal di sana

4. Usia muda adalah masa di mana banyak kesempatan datang. Mengejar impian tidak harus mengorbankan segala hal, termasuk kebutuhan

5. Kenyataan bahwa kamu sudah bisa hidup mandiri dan tak lagi membuat orangtua terbebani, bukankah itu layak disyukuri?

6. Mengerjakan sesuatu yang disukai memang perlu. Tapi ingat, segala sesuatu butuh pengorbanan. Dan semua orang tahu hidup butuh uang

7. Jadi dewasa adalah soal tetap berdedikasi mengerjakan apa yang tidak kita suka. Bekerja di tempat yang tidak sesuai passion salah satunya

Ketika kamu sudah semakin dewasa nanti, kamu akan tahu bahwa hidup tidak hanya soal apa yang kamu suka dan apa yang tidak kamu suka. Ada masa-masa di mana kamu harus menyingkirkan egomu, dan belajar menyukai apa yang telah kamu sepakati. Saat ini adalah perjalananmu menuju dewasa yang sesungguhnya. Menjadi dewasa bukan hanya tahu bagaimana mengejar cita-cita, tapi juga belajar berdedikasi untuk suatu hal, meski kamu tak sepenuhnya suka. Bekerja di tempat yang tidak sesuai passion adalah salah satu cara untuk menempa mental. Sebab kehidupan tidak selamanya sejalan dengan apa yang kamu rencanakan. Mengeluh terus-terusan juga tidak akan membawamu pada kesuksesan.

Passion penting, tapi bukan segalanya. Mimpi adalah awal segalanya, tapi mimpi harus realistis untuk diterapkan di dunia nyata. Untuk menjadi sukses, kamu tak harus menuruti passion yang kamu punya. Selain karena passion terkadang membingungkan, yang terpenting adalah rasa berdedikasi pada pekerjaan. Sebab tanpa dedikasi, rasa bosan dan enggan melanjutkan itu akan tetap datang meski kamu sudah bekerja di tempat impian. Hidup memang tidak mungkin flat-flat saja kan?

Realistis saja. Bahwa uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Sekarang kamu merasa tertekan karena pekerjaan yang tak sesuai bidang. Coba pikirkan orang-orang di luar sana yang juga tertekan karena tidak tahu harus ke mana lagi untuk mencari kerja. Kamu tentu tahu harus memilih yang mana.

sumber : http://www.hipwee.com