Waralaba Es Batok 212; Dari Menu Nusantara Hingga Ekspansi Ke Negara Tetangga

Siapa yang tak suka dengan minuman es campur yang menyegarkan. Bagi masyarakat Indonesia yang notabene tinggal di iklim yang tropis dan cenderung panas, mengonsumsi minuman dingin dengan variasi buah dengan campuran bahan topping lain plus tambahan sirup atau susu kental, menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga. Di beberapa belahan daerah di tanah air pun memiliki minuman es endemik yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Kita sudah pasti mengenal produk es campur sinar Garut, es dawet Banjarnegara, es dawet hitam Purwerejo, es cendol Bandung, es oyen Sidoarjo es palu butung Makassar, dan masih banyak lainnya. Ragam menu minuman es menyegarkan ini menjadi bukti, bahwa prospek peluang bisnis dari sektor beverage khas Indonesia masih sangat menjanjikan. Tak heran kedai-kedai es skala menangah hingga café bertebaran di berbagai lokasi strategis untuk menjajakan menu minuman menyegarkan ini.

Bahkan dari sajian es campur ini, lahir bisnis waralaba nasional yang sukses mengembangkan bisnisnya hingga bisa menjadi rujukan pebisnis lokal lainnya. Tak ingin kalah dengan pelopor bisnis waralaba di Indonesia itu, bisnis dengan brand Es Batok 212 turut menyemarakan industri beverage nasional, dengan mengusung konsep yang unik dan berbeda dibanding bisnis sejenisnya.

Diferensiasi Es Batok 212

Diferensiasi yang disuguhkan oleh bisnis yang lahir pada 2006 ini, bisa dilihat dari packaging atau kemasan yang menggunakan wadah batok kelapa dalam setiap menu minumannya. Tidak hanya itu, nama setiap menu yang disediakan juga mengusung nama-nama superhero asli Indonesia macam es mabok, es wiro sableng , es mak erot, es jaka tarub, es mak lampir, es angling darma, es pitung, es sembara, es brama kumbara dan banyak lagi.

Keunikan yang ditawarkan Es Batok 212 menjadi identitas asli yang tidak dimiliki kompetitor sejenis, dan sesuai dengan bisnis kuliner ini. Bisnis yang mengibarkan bendera dagang Basfit Rafindo Galesong Group itu, pada awalnya hanya menjajakan produk-produknya dengan konsep booth. Menurut sang pendiri grup usaha tersebut, Den Raffy—setelah dua tahun berkiprah, baru pada 2008 bisnisnya mulai mengorbit di skala menengah kebawah.

Lambat laun, dengan brand awareness Es Batok 212 yang kian berkembang di tengah-tengah masyarakat dan ditambah dengan kiprah bisnisnya kian progresif, brand kuliner ini mulai mengembangkan sayap usahanya dengan membuka peluang kemitraan. Sejak saat itulah bisnis Es Batok 212 mulai menggurita. Menurut Raffy, hingga tahun 2010 keatas total cabang bisnisnyayang telah beroperasi tembus hingga mencapai 100 booth.

Konsistensi ini yang coba dipertahankan oleh Es Batok 212 dengan terus berinovasi dan meningkatkan konsep bisnisnya agar segmentasi pasar yang bisa digarap bisa turut bertambah. Untuk itu sejak 2012, bisnis dengan ciri khas wiro sableng ini, mulai menawarkan konsep café dan resto dan memperluas jaringannya sampai ke luar pulau Jawa.

“Outlet café & resto pertama kita hadir di Jakarta Selatan pada 2013, tepatnya di Apartemen Casablanca Mansion, dan cabang kedua di kampus LPIA Pejaten. Kemudian menyusul selanjutnya di Putussibau, Kalimantan Barat dan wilayah lainnya di Indonesia. Variasi menu makanan dan minuman juga kami tambahkan, mengingat berbeda dengan tipe booth yang lebih menyajikan produk secara take away, di konsep resto pelanggan tentu cenderung lebih memilih menu makanan, selain produk minuman es kita yang telah menjadi primadona,” ujarnya.

Ekspansi Ke Negara Tetangga

Berkembangnya bisnis waralaba Es Batok 212 dengan menghadirkan konsep café & resto, kian meramaikan industri kuliner di kelasnya yang telah dihegemoni oleh brand waralaba nasional ternama. Tidak tinggal diam, Den Raffy bersama dengan bisnis besutannya mulai mengambil langkah ekspansi dan membidik negara tetangga sebagai target jangkauan outletnya. Malaysia menjadi negara pertama yang disinggahi oleh waralaba Es Batok 212 dengan mendirikan outlet perdananya di wilayah Kinabalu.

Tidak puas hanya di satu wilayah, bisnis yang mengusung menu-menu asli nusantara ini menggandakan jumlah outletnya di negeri jiran tersebut, dengan merambah wilayah Sabah dan sekitarnya. Pemegang master franchise Es Batok 212 cabang Malaysia ini, dimiliki oleh pengusaha Indonesia yang sudah lama bermukin di negeri federasi tersebut. Namun terdapat juga outlet milik pusat sebagai pilot project dan acuan bagi mitra yang ingin atau sudah bekerjasama.



Walau kiprah bisnisnya cukup sukses dalam mengambil langkah go internasional, namun Raffy juga masih mengincar wilayah dalam negeri sebagai target jangkauan outletnya. Kedepannya, selain merambah di beberapa wilayah yang belum tersedia outlet Es Batok 212, pria berdarah Makassar ini juga menancapkan target untuk mengembangkan kerajaan bisnisnya di Malaysia dengan merambah kota Kuala Lumpur serta negara tetangga lainnya.

“Kalo dua tahun belakangan ini memang kami sedang fokus memperbaiki system, jadi jika ditanya ada beberapa gerai Es Batok 212 yang tutup, hal ini ditempuh untuk memperbaiki konsep. Sekarang kami sudah siap bahkan siap untuk master franchise ekspansi ke negara-negara lain seperti di Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand dan Taiwan,” sambungnya.

Tawarkan Konsep Food Truck

Lalu konsep seperti apa yang sudah disiapkan oleh waralaba Es Batok 212, setelah fokus memperbaiki sistem di internal bisnisnya? Seperti yang diutarakan oleh Raffy, untuk tahun ini unit bisnis dari grup usaha Basfit Rafindo Galesong itu sudah menyiapkan beberapa kejutan yang akan ditawarkan kepada calon mitra dan juga para pelanggan.

Bertepatan pula dengan pameran bisnis waralaba terbesar di tanah air, Franchise & License Expo Indonesia (FLEI 2015) yang akan diselenggarakan pada 11-13 September bulan ini, waralaba Es Batok 212 akan merilis konsep bisnis baru dengan gaya food truck dan food bike. Konsep bisnis dengan style resto berjalan ini juga akan ditawarkan kepada investor dan calon mitra yang berkunjung ke pameran FLEI nanti.

“Dua tahun belakangan ini kita fokus untuk mematangkan konsep, sehingga tahun ini kita sudah siap membuka lembaran baru. Di pemeran ini kami akan menyediakan semua tipe konsep waralaba yang kami miliki mulai dari konsep business oportunity, kemitraan, kerjasama bagi hasil, auto pilot, hingga konsep real franchisee dan franchisor. Kami menggarap semua segmentasi, tinggal kemampuan mitra ingin memilih kerjasama seperti apa,” ulas Raffy, kepada PlasaFranchise.com di kantornya.

Lebih lanjut, mengapa pada akhirnya bisnis kulinernya menggarap semua segmentasi pasar dan menawarkan semua konsep kerjasama, karena menurutnya masing-masing mitra memiliki ragam tipe dan berbeda-beda tujuan. Ada yang tipe pekerja, ada yang tipe investor, real franchisee dan lain sebagainya.

Bangun Sistem Berbasis IT

Di pameran bisnis waralaba FLEI nanti, Es Batok 212 juga akan membuat suasana baru dan tampil All out dengan mendesain stand pamerannya secara special edition. Tidak hanya itu, bisnis minuman varian es campur ini juga membangun sistem komunikasi berbasis jaringan IT. Jadi seluruh operational bisnis mulai dari riwayat transaksi di outlet, hingga laporan penjualan setiap harinya sudah otomatis tercantum di sistem komputer.

“Sekarang kami membagi dua sistem update omzet harian, kami menggunakan sistem dari ipad yang bekerja sama dengan salah satu provider. Mereka yang akan membackup mitra kami, jadi setiap menu yang dipesan pelanggan setiap harinya, updatenya akan langsung keluar laporan setiap harinya, dan kami juga bisa mengontrol juga via email, seperti system icloud, online dan realtime by system semua,” tambahnya.



Lalu untuk komunikasi antara mitra dengan mitra, mitra dengan karyawan, dengan franchisor tidak akan ada beban pulsa dan no limit. Itu semua free bagian dari fasilitas dari waralaba Es Batok 212 dengan menggunakan kartu provider Indosat yang bekerjasama dengan bisnis kuliner ini. Sesuai dengan visi misi dan identitas dari Es Batok 212, setiap nomor seluler yang disupport oleh bisnis kuliner ini akan memiliki nomor buntut 212, sehingga bisa meminimalisir kejahatan yang bisa terjadi kapan saja.

Bagi anda yang berminat, waralaba Es Batok 21 menawarkan paket investasi yang bisa dipilih oleh calon mitra. Seperti tipe café dan resto dibanderol mulai Rp250 juta, untuk konsep full resto diatas Rp500 juta. Kemudian untuk tipe food bike motor tiga roda dipatok diatas Rp100 juta, lalu paket food truck dengan tipe mobil grand max dibanderol sekitar Rp250 juta, tipe mobil Elf sekitar Rp400 juta sampai Rp500 juta.

“Kami juga sudah buat konsep food truck dengan tipe bus. Konsep ini full restoran dan kita buat hanya empat unit di Jakarta dengan investasi mulai Rp750 juta hingga Rp1 miliyar. Mitra juga bisa memili ingin sistem kerjasama under operation atau lepas,” pungkas Raffy.

Diakhir wawancara Raffy memiliki harapan dengan memasang target hingga tahun 2025 mendatang, waralaba Es Batok 212 bisa mengembangkan jaringan outletnya total dengan membuka total 212 cabang. Seperti guratan angka yang terukir di senjata super hero asli Indonesia, Wiro Sableng 212. (adv)

ES BATOK 212 Cafe & Resto

Gedung Sarinah Thamrin Lt 11

Jalan MH Thamrin No 11 Jakarta Pusat 10350

Call Center 021 288 28 212

hotline 23 jam : 0816-769-212 

(Heksa R.P)

source : http://www.plasafranchise.com/business-review/524-waralaba-es-batok-212-dari-menu-nusantara-hingga-ekspansi-ke-negara-tetangga