BACKLINK GHOIB

BACKLINK GHOIB

Hanya mengandalkan faktor kasat mata/fisik semata untuk meraih rejeki atau cita-cita tanpa melibatkan faktor ghoib/tak kasat mata memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Maka yang paling ideal adalah melakukan ritual backlink ghoib plus usaha/ikhtiar secara fisik. Tentu, kita bisa mendapatkan hasil yang memuaskan! Berikut daftar backlink ghoib:

MEMOHON AMPUN KEPADA ALLAH SWT

Salah satu tersangka utama karena seret atau terhalangnya rejeki seseorang adalah karena dosa-dosa yg pernah dilakukan sehingga membuat murka Allah SWT tanpa kita sadari:

"Sesungguhnya seorang hamba terhalang dari rizki dengan sebab dosa yang dia kerjakan." (HR. Ahmad & Ibnu Majah) .

Foto sekedar ilustrasi saja namun yg terpenting adalah merenungkan isi dari yg saya sampaikan ini.

Setelah tahu salah satu penyebab atau faktor utama seretnya rejeki maka kita perlu melakukan istighfar/memohon ampun atau taubat dari dosa-dosa yg pernah kita lakukan untuk meruntuhkan tembok penghalang tebal nan tinggi itu maka Insya Allah atas izin-Nya rejeki akan mengalir deras dari arah yang tidak disangka-sangka...

"Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma).

“Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. [Hud /11: 52]

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat”. [Hud/11 : 3]

“Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Rabb kalian. Kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan pada kalian hujan lebat dari langit.” (HR. Al Baihaqi 3: 352)

---------------------------------------------

“Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)

Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannya harta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 388)

Mengenai ayat di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, “Maksud ayat niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, yaitu Allah akan menurunkan hujan dengan ucapan istighfar tersebut. Oleh karenanya, dianjurkan ketika shalat istisqa’ (shalat minta hujan) untuk membaca surat Nuh ini.”

Begitu pula ketika Nabi Yunus didalam perut ikan lalu dia mengakui ketauhidan Allah ‘azza wa jalla dan pengakuan terhadap setiap dosa, kesalahan dan kezholiman yang diperbuat diri sendiri, akhirnya Allah mengeluarkan dari kegelapan (perut ikan).

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Begitu juga pengakuan dosa dan istighfar para Nabi sehingga Allah memberikan kemuliaan disisi mereka..

Doa nabi Adam dlm Surat Al-A'raf: 23 : رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi."

Doa nabi Musa dlm Surat Al-Qashash ayat 16 : قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Musa berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jadi, dengan istighfar dan meninggalkan dosa, musibah akan terangkat, datang kemudahan rezeki, dan mudah hujan untuk turun.

Lah itu ada orang yg sukanya maksiat tapi kok rejekinya malah luber, bagaimana itu Mas Dian?

Sob....Itu namanya Istidraj. Istidraj artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah. Allah menyempurnakan dosa-dosa orang itu akibat kemurkaan-Nya ...Na'udzubillahi min dzalik, tsumma na'udzubillah...

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).

Semoga Allah memberi taufik untuk terus memperbanyak istighfar.

JANGAN PERNAH MEREMEHKAN DOA

Karena Doa dapat merubah apa yang telah ditakdirkan...Karena doa dapat melawan bala dan musibah, bahkan sampai hari kiamat!

Artinya: “Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan bermanfaat sikap hati-hati dari takdir Allah dan doa akan bermanfaat dari sesuatu yang telah terjadi dan dari yang akan terjadi, sesungguhnya bala akan benar-benar turun lalu dihadang oleh doa, lalu keduanya saling dorong mendorong sampai hari kiamat.” HR. Al Hakim dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’. No. 7739.

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)

Jika seseorang hamba mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jika ia mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya satu depa. Jika hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari. (HR al-Bukhari)

MENGUNDANG TAKDIR BAIK DENGAN SEDEKAH

Sebuah ikhtiar yang diiringi dengan doa dan sedekah, memiliki kekuatan yang menakjubkan dan mengejutkan. Jarang orang tahu, ternyata sedekah bukan saja mengundang rezeki yang luas, tapi juga mengundang takdir yang baik. Sekali lagi, mengundang takdir yang baik. Nah, untuk lebih jelasnya, simak saja pesan-pesan Nabi berikut ini:

“Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan kemarahan Allah dan menolak ketentuan yang buruk.” (HR. Tirmidzi, hadits no. 664)

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah.” (HR. Thabrani)

“Sedekah itu dapat mengubah takdir yang mubram.” (HR. Abu Ya’la Alhambali dalam kitab Ibthalutta’wiilat liakhbarishifaat, hadits no. 408)

"Pancinglah rezeki dengan sedekah.” – Ali bin Abi Thalib

Sampai-sampai saya menyimpulkan, menolong seseorang yang dilanda kesusahan, sebenarnya menjauhkan kita dari kesusahan. Menolong seseorang yang ditimpa bencana, sebenarnya menjauhkan kita dari bencana. Memudahkan rezeki seseorang, sebenarnya membuat rezeki kita jadi lebih mudah. Tentu, hanya Allah yang mampu memudahkan. Hanya saja, sedekah yang menjadi wasilah atau perantara. Kalaulah kita sampai pelit bersedekah, berarti kita tengah pelit kepada diri kita sendiri. Karena, pada hakikatnya manfaat sedekah itu untuk kita. Salah satunya, mengundang takdir yang baik.

TERTIMPA UJIAN DAN MUSIBAH YANG BERAT

Benteng (dosa) yang jadi penghalang seorang hamba dari rizki akan hancur luluh lantak ketika seseorang itu terkena suatu ujian dan musibah yg cukup berat dikarenakan Allah akan menghapus dosa-dosa hamba tersebut sebagai kafarah dosa setelah itu Allah akan ridho kepada hamba-Nya dan memberikan berbagai jenis rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka:

"Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya." (HR. Bukhari)

Banyak sekali ujian dan musibah didunia ini seperti kebakaran, ditipu partner bisnis, dizalimi, difitnah, dicerca, dimaki, dituduh tanpa bukti, dibuat stigma negatif untuk menjatuhkan kredibilitas seseorang dan berbagai tuduhan kotor yang lainnya hanya akan membuat orang yg dizalimi berkurang dosanya...

Berhati-hati dengan orang yang dizalimi karena doa orang yg terzalimi itu sangat mustajab:

“Dan takutlah akan doa orang yang terzalimi, karena tidak ada satu penghalang pun di antara doanya dan Allah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan tidak akan ada balasan serta bala yg akan menimpa kepada tukang zalim kecuali sesuai dg kadar perbuatannya. Win Win Solution!

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?” Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)

FAKTOR LAIN

Sebenarnya ada backlink ghoib yang lainnya seperti berbakti kepada orang tua, tawakal, dll. Namun akan terlalu panjang nantinya. Semoga kita semua dimampukan untuk beramal shalih sebagai bekal kebahagiaan didunia dan akherat. Amiin.

source : https://web.facebook.com/elfatih1924

# Foto sekedar ilustrasi saja namun yg terpenting adalah merenungkan isi dari yg saya sampaikan ini.