Memaknai Kembali Proses Bisnis,Menemukan Titik Lesat dan Titik Lemah

CEO words
Ahad, 20 Maret 2016

Dalam perguruan konselor bisnis, Guru Saya mengajarkan sebuah hal terpenting dalam menjalankan bisnis. Beliau memberikan sebuah kaidah penting yang menjadi pegangan Saya dalam menjalankan bisnis dan mendidik banyak pengusaha,

"Ketika Anda memahami substansi bisnis secara mendalam, maka Anda akan makin mudah untuk melesatkan bisnis Anda"

Begitulah kalimat yang beliau selalu ulang dalam setiap pertemuan dua pekanan. Kami para konselor bisnis, dididik selama dua tahun untuk hanya mendalami substansi bisnis.

*****

Coretan dibawah ada coretan yang sering Guru Saya gambarkan didalam flipchart.

Bisnis proses itu adalah proses untuk menghasilkan value atau nilai. Jadi bisnia itu tidak pernah menjual produk, bisnis itu menghasilkan value/nilai yang dikemas didalam sebuah produk. Artinya, bukan obatnya yang Anda jual, tetapi khasiatnya. Bukan jam trainingnya yang Anda jual, tapi dampaknya.

Value atau nilai ini kemudian disampailan kepada targeted market yang membutuhkan. Masing-masing value memiliki target market yang berbeda-beda. Artinya, setiap value pasti ada jodohnya.

Ketika market setuju akan value, maka market akan menukar value tersebut dengan uang yang mereka miliki. Hadirlah revenue atau pendapatan.

Tapi proses bisnis tak hanya sampai di revenue. Apa yang diterima oleh bisnis kemudian dibelanjakan kembali untuk menstabilkan pasokan. Dan selisih antara revenue dan cost ini disebut dengan profit.

Dari profit ini pun, perusahaan harus menahan laba untuk kemajuan perusahaan. Perusahaan yang berhasil menumbuhkan modal kerja dari profitlah yang kuat dan kokoh. Pertumbuhan modal kerja dari profit sendiri ini saya sebut sebagai pertumbuhan organik. KeKe Group termasuk yang menggunakan mazhab ini.

*****

Dari substansi bisnis tersebut, maka sebuah bisnis dapat menemukan titik lesat dan titik lemahnya.

Berikut beberapa turunan pemahaman yang bisa kita resapi,

Jika penjualan tak kunjung terjadi atau menurun, cobalah perhatikan value, apakah memang produknya pantas dijual? apakah memang produknya punya manfaat bagi pasar?

Lalu perhatikan pasarnya, apakah marketnya ada? Apakah target pasar Anda masih memiliki daya beli? Apakah harga yang Anda tawarkan fit ke market yang anda tuju?

Ataukah, apakah ada pesaing yang berhasil memberikan value lebih baik? Apakah pemain di bidang Anda bertambah?

Lalu berikutnya, mundur kebelakang,

Apakah pembelian yang terjadi sudah terjadi secara semestinya? Apakah pasokan yang hadir ke bisnis Anda adalah pemasok dengan harga terbaik dan kontinu?

Lihat struktur cost yang lain, apakah cost untuk belanja karyawan sudah tepat? Apakah ada kebocoran-kebocoran? Apakah ada hutang tidak produktif yang membebani cashflow Anda?

Setelah masuk pada profit, apakah profit ini telah tergunakan maksimal untuk membesarkan bisnis? Atau profit yang hadir kelelahan untuk memenuhi hasrat gaya hidup Anda?

Dari sekedar gambar coretan dibawah ini, Saya berharap Anda dapat menjadi dokter untuk bisnis Anda sendiri.

*****

Tidak panjang apa yang Saya sampaikan di hari ahad barokah ini. Semoga tulisan saya dapat membuat Anda makin berani mengevaluasi bisnis Anda.

Yuk komen di kolom Comment FB Group Zid Club dibawah ini. Mari berdiskusi.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
source : https://web.facebook.com/groups/185218565167664