Dinamit VS Arang Kayu

CEO Words
Rabu, 3 Februari 2016

Ada sebuah topik yang rasanya selalu menjadi bahasan utama pada forum-forum pengembangan diri. Topik tersebut adalah bagaimana seseorang dapat mencapai kesuksesan. Orang-orang yang sukses kemudian dipelajari satu demi satu lalu diambil benang merahnya. Berbagai macam teori kesuksesan pun menyeruak.

Kali ini Saya ingin berbagi tentang apa yang Saya amati dan Saya temukan pada sosok sosok besar tersebut. Hasil temuan Saya cukup mengejutkan. Pada awalnya, Saya kira mereka adalah orang-orang yang selalu termotivasi sepanjang perjalanan bisnisnya, ternyata Saya salah. Kuncinya bukan pada motivasi yang meledak ledak, namun pada konsistensi dalam melakukan apa yang sudah dicanangkan, baik dalam keadaan termotivasi atau tidak. Saya menyebutnya sebagai ketekunan.

Mereka memutuskan untuk selalu melakukan apa yang memang sudah dicanangkan, baik dalam keadaan kecewa, marah, sedih, atau sedang tidak semangat sama sekali.

*****

Agar Ziders dapat memahami dengan sederhana, Saya akan menghadirkan ilustrasi dinamit dan arang kayu.

Dinamit adalah bahan peledak berkekuatan tinggi. Di keseharian, dinamit biasanya digunakan di dunia pertambangan untuk menghancurkan batuan tambang. Dinamit mudah dipicu, cepat meledak dan meluluh lantakkan apa yang ia ledakkan.

Berbeda dengan arang kayu. Untuk menghasilkan panas dari arang kayu, kita perlu kerja keras mengipasnya secara konsisten. Dan setelah arang kayu menyala, panasnya konsisten dan sanggup mematangkan sate yang dibakar diatasnya.

Secara sederhana, saya mengibaratkan dinamit sebagai energi motivasi yang meledakkan hambatan mental Anda, sedangkan arang kayu adalah ketekunan Anda dalam melakukan apa yang sudah Anda rencanakan.

Ketika diri Anda masih diliputi ketakutan untuk melangkah, Anda butuh energi dinamit untuk meledakkan ketakutan tersebut. Namun ketika Anda sudah mampu meledakkannya, Anda perlu energi arang kayu untuk memastikan apa yang sudah Anda canangkan berjalan.

*****

Berikut beberapa sosok teladan yang Saya kenal dan menunjukkan kualitas energi Arang kayu.

1. Ika Kartika Sari
(Founder Dan Owner KeKe Group)

Bunda Tika adalah sosok dibalik besarnya merk busana muslim anak KeKe. Kedekatan Saya dan Bunda Tika sudah terjalin sejak tengah 2012, sehingga Saya sudah menganggap beliau seperti ibu Saya sendiri.

Kedekatan tersebut membuka mata Saya bahwa pencapaian besar ternyata diraih dengan ketekunan. Beliau secara disiplin membangun desain produk hampir setiap hari. Ada waktu-waktu khusus dimana beliau secara konsisten menghabiskan waktunya di meja kerja. Dan itu bukan sehari dua hari.

Saya melihat konsistensi dalam menyeleksi bahan yang akan diproses. Saya juga melihat konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Ada konsistensi dalam evaluasi model yang berjalan di lapangan. Ini yang saya sebut sebagai energi arang kayu.

Ledakan motivasi hanya terjadi di tahun 1998, dimana Bunda Tika memulai berjualan dari 40 potong baju. Selebihnya, ketekunanlah yang terus beliau tunjukkan. Sebuah energi panas arang kayu yang konstan dan mematangkan bisnis KeKe.

2. Ibnu Riyanto
(Owner Batik Trusmi Cirebon)

Entah bagaimana ceritanya, Allah karuniakan persahabatan dengan miliuner muda yang satu ini. Persahabatan kami bukan sekedar saling kenal, namun sangat mendalam. Tak jarang tengah malam kami berbincang tentang bisnis dan terobosan terobosan. Temu darat pun sering kami lakukan.

Pada sosok Ibnu, kembali Saya melihat emergi arang kayu. Mas Ibnu berhasil membawa bisnis kios batiknya melesat menjadi toko batik dengan luasan 1,5 hektar. Puluhan ribu orang berkunjung hampir setiap bulannya. Sebuah toko yang produktif.

Banyak yang tidak mengetahui, jika Mas Ibnu hampir menghabiskan waktu sejak pagi jam 7 pagi hingga jam 9-10 malam.

Sosok ibnu adalah sosok yang konsisten membangun aktivitas harian yang dicanangkan. Bisnis ritel yang sangat pelik berhasil diatasi oleh mas Ibnu. Setiap hari, beliau harus mengontrol sendiri flow finansial perusahaan, invoice tagihan para supplier, kasus-kasus yang terjadi di jajaran manajemen, hingga strategi marketing untuk mendatangkan traffic. Rasanya energinya tidak habis-habis. Energinya tidak meledak ledak, namun konsisten.

3. Subiakto Priosoedarsono
(Founder Hotline)

Ayahanda Subiakto adalah sosok dibalik lahirnya brand brand besar nasional. Saya ingat nasihat Pak Bi pada kami,

"Yang menjadikan Saya seperti ini, dan mencapai apa yang sudah saya capai sekarang, adalah kerja cepat dan terus menerus. Saya kalo ada kerjaan, ya saya kerjain saat itu juga, langsung beres, kalo besok bisa beda cerita"

Lagi-lagi Pak Bi mengajarkan ketekunan kepada kita semua. Energi yang konsisten terus menerus.

3. Dewa Eka Prayoga
(Owner Billionaire Store)

Membahas sosok ini sih langsung jebret aja yah, hehehehe...

Terlilit hutang miliaran di tengah 2012. Sosok ini berhasil perlahan keluar dari belitan hutang dengan ketekunan.

Menurut Saya, Dewa bukan sosok yang meledak ledak. Sosoknya tenang, dingin, namun konsisten bergerak sesuai dengan apa yang ia canangkan.

Saya pernah suatu masa ikut pelatihan financial literacy dengan Dewa. Dalam pelatihan tersebut, Saya dapat memahami dengan cepat, sehingga di kamar saya tinggal tiduran. Berbeda dengan dewa yang masih mengulik modul hingga tengah malam. Disinilah Saya melihat ketekunan.

Dewa banyak menulis buku. Konsisten mengelola grup Jago Jualan hampir sepanjang 1 tahun. Semua tidak mungkin terjadi jika tidak ada ketekunan.

Sebenarnya, masih banyak sosok yang ingin Saya ceritakan.

Saya juga salut atas konsistensi mas Jaya Setiabudi mendidik dunia UKM sejak Saya masuk dunia bisnis di tahum 2007. Banyak mentor-mentor Saya yang sudah ditelan zaman, namun Mas J berbeda. Ia terus menerus hadir dan konsisten dalam ketekunan.

Saya juga salut dengan Achmad Zaky dengan bukalapaknya. Sebagai sesama ITB 2004, kami melihat Zaky adalah sosok yang konsisten dengan mimpi bukalapaknya. Satu hal yang Saya lihat pada Zaky : Tekun.

Saya juga belajar dari Pak Jamil Azzaini, - tolong mention ya, gak bisa di tag, hehehe -. Pak Jamil ini konsisten menulis setiap hari. Konsisten membangun Wanna Be Trainer dan TBnC. Konsisten bergerak atas apa yang ia rencanakan.

Dan masih banyak lagi.

*****

Cukuplah tulisan Saya pagi ini menusuk relung hati kita hari ini. Kita ini terkadang mudah meledak sesaat, namun mendingin kemudian. Kita mudah termotivasi sesaat, namun tidak konkret kemudian. Kita mudah meledak diawal, dan melempem di perjalanan. Semoga kita bisa sama sama taubatan nasuha atas lemahnya diri.

Kita memang butuh motivasi dan inspirasi, namun hal itu kita butuhkan untuk MEMULAI sesuatu. Dan untuk memastikan apa yang kita mulai BERJALAN, kita membutuhkan lebih dari sekedar motivasi dan inspirasi. Kita membutuhkan karakrer yang kuat, energi arang kayu yang panasnya konsisten.

Yuk, yang punya tekad mendedikasikan 3 jam untuk belajar setiap hari, yuk dedikasikan.

Yang bertekad menyapa customernya 2 jam per hari, yuk dilakukan.

Yang punya tekad menulis setiap hari, yuk tulis setiap hari, apapun yang kita rasakan : baik sedih, kecewa, bad mood, harus gerak terus.

*****

Kita sering termotivasi, meledak ledak, bersemangat, lalu melemah seiring waktu. Mengapa? Karena kita baru menghadirkan energi dinamit.

Dinamit memang ledakannya besar. Untuk meledakkannya, kita hanya perlu menyalakan sumbunya, lalu terjadilah ledakkan. Namun untuk menghadirkan arang kayu yang panasnya konsisten, kita perlu mengipasinya dalam waktu yang tidak singkat. Dan ketika menyala, kita perlu mengipasnya terus, terus dan terus.

Jika arang kayu pembakaran sate sudah menyala, kipas terus wahai saudaraku... jangan sampai arangnya mati...

Semoga Ziders dapat menjadi sosok sosok yang konsisten, tekun, dan bisa melawan kemalasan dirinya.

*****


*****

Rendy Saputra
CEO KeKe Group
source : https://web.facebook.com/groups/185218565167664